muhammad aminnudin
Saturday, 26 August 2017
Thursday, 17 August 2017
Eta terangkanlah 17 Agustus 2017. Bikin terharu. Versi anak sekolah
Eta terangkanlah versi anak sekolah habis upacara 17 agustusan 2017
Thursday, 13 July 2017
Sunday, 20 March 2016
pengalaman di pesantren
PENGALAMAN DI PESANTREN
mungkin bagi kawan - kawan yang pernah mondok di pesantren pasti pernah mengalami suatu pengalaman di dalamnya. saat ini saya mau cerita sedikit tentang pengalaman saya ketika berada dipondok pesantren.
Pesantren
merupakan tempat santriwan - santriwati dalam menuntut ilmu di dalamnya
telah terjadi proses kehidupan yang bermacam-macam . Ada suka dan ada
duka, hidup berjama’ah dengan teman-teman. Merasakan indahnya
kebersamaan, makan bersama, tidur bareng, sholat berjamaah, belajar
bareng dan seabrek kegiatan yang sudah ditetapkan oleh pesantren.
Ketika pagi
menjelang jam 03.00 kegiatan pesantren sudah mulai muncul aktivitasnya,
ada yang sholat tahajjud, ada yang sudah mandi ada yang tadarrus ,
belajar dan berbagai macam aktivitas yang layakynya dilakukan oleh
seorang santri.
Memang kehidupan
dipesantren dapat membuka wacana seseorang tentang bagaimana seharusnya
menjalani kehidupan tanpa keegoisan semata, ketika ada sahabatnya sakit
bersama-sama membantu, mencucikan baju, menjaganya sampai merawatnya
hingga sembuh. Subhanallah, benar-benar indah bukan??
Ketika shubuh
menjelang, bersama-sama kita pergi ke masjid, sholat shubuh berjamaah,
kemudian dilanjutkan dengan tadarrus dan kajian, lantas piket
membersihkan pesantren agar nampak indah dan bersih. Selepas itu mandi
dan ke kempus. Ketika sore menjelang, kembali kita menyibukkan diri
untuk tetap mengingat Allah, sholat magrib, tahsin, kajian dan belajar.
Akan tetapi,
terasa lebih indah apabila semua itu dilaksanakan semata-mata untuk
mencari ridho Allah. Seberapapun amal kita apabila dilakukan dengan niat
“tabarruj” maka tidak ada berkahnya. Bukan pahala yang didapat.
Satu hal yang
membuat aku menjadi bertahan dipesantren adalah sikap zuhud dan
kekeluargaannya yang bikin aku betah. Sewaktu pertama kali aku tinggal
dipesantren benar-benar dech…. Serasa berada di “dunia lain”, aku yang
tak biasa makan bersama dalam 1 piring, aku yang tak biasa mencuci baju
sendiri, aku yang tak biasa mengepel lantai,nyapu, buang
sampah,membersihkan kamar mandi (piket), merasakan ini benar-benar
sebuah paksaan. Tetapi setelah 1 tahun aku tinggal dipesantren aku baru
bisa merasakan betapa nikmatnya hidup di pesantren. Seakan selalu
mengingat akhirat dan berlomba-lomba dalam kebaikan.
Namun, dibalik
semua itu tidak semua anak yang dimasukkan oleh orang tuanya ke dalam
pesantren adalah anak yang benar-benar baik, ada juga anak yang memang
“nakal” dan tujuan orangtuanya memasukkan ke dalam pesantren adalah agar
dia dapat terwarnai oleh teman-temannya yang sholeh-sholehah. Bukan
malah dia yang terwarnai akan tetapi kadang-kadang kehadiran santri
“bengal” ini justru mewarnai teman-temannya agar menjadi “nakal” seperti
dirinya.
Dan aku
merasakannya di dunia pesantren ini, ada aja ulah santri yang terkadang
hampir-hampir saja aku ikut terjerumus. tanpa rasa takut ada aja yang
dengan bangga menyanyikan lagu-lagu yang “kurang sopan” seperti
dangdutan dan lain-lain.
Adalagi yang
selalu saja menyalahkan teman-temannya, menganggap dirinya paling benar.
Ada juga yang merasa dirinya paling cantik, paling imut dan paling
bersih padahal kalau kita berkunjung kerumahnya aja ups… kotor bin
kumuh. Ada lagi yang selalu mencari-cari kesalahan oranglain….. ada yang
cuek, ada yang suka membuang sampah sembarangan (bisa-bisanya makan
lantas sampahnya diletakkan disamping kasurnya ughhh), yang lebih parah
dunia pesantren identik dengan kudis dan “kutu”kalau satu santri udah kena pasti dijamin yang lain akan kena waduh ngeri………. ada -ada saja kejadiannya. yah
inilah kehidupan pesantren kita harus bisa membedakan yang baik dan
yang benar. Karena semua itu adalah proses kita sebagai manusia dalam
hidup. namanya juga kehidupan yaa gitu deh pasti ada sisi positif dan negatif nya.
NIAT DI WAKTU BELAJAR ( versi kitab ta'limul muta'allim )
assalamualiakum.wr.wb
pasti di setiap perbuatan awal -awal nya ada yang namanya niat. ketika kita melakukan perbuatan tanpa di landasi dengan niat maka perbuatan tersebut akan sia - sia, mengapa dibilang sia - sia ? karena suatu perbuatan yang kita lakukan pasti di dalamnya ada tujuan dan tujuan tersebut akan di dapat apabila kita awali perbuatan tersebut dengan niat, jika kita melakukan perbuatan tanpa dilandasi dengan niat maka bisa jadi kita melakukan perbuatan tersebut tak ada tujuannya alias sia-sia
niat itu ada dua macam :
1. niat baik hasilnya = pahala
2. niat buruk hasilnya = dosa
nah pada kali ini saya akan posting tentang caranya berniat yang baik ketika kawan - kawan akan memulai pelajaran menurut kitab ta'limul muta'allim.buat kawan - kawan yang masih kebingungan dalam menentujan niat. khususnya bagi kawan - kawan yang berstatus sebagai santri. baca dan simak lah postingan di bawah ini dalam keadaan ( hati yang bersemangat mencari ilmu) agar mudah diterima oleh hati anda.
pasti di setiap perbuatan awal -awal nya ada yang namanya niat. ketika kita melakukan perbuatan tanpa di landasi dengan niat maka perbuatan tersebut akan sia - sia, mengapa dibilang sia - sia ? karena suatu perbuatan yang kita lakukan pasti di dalamnya ada tujuan dan tujuan tersebut akan di dapat apabila kita awali perbuatan tersebut dengan niat, jika kita melakukan perbuatan tanpa dilandasi dengan niat maka bisa jadi kita melakukan perbuatan tersebut tak ada tujuannya alias sia-sia
niat itu ada dua macam :
1. niat baik hasilnya = pahala
2. niat buruk hasilnya = dosa
nah pada kali ini saya akan posting tentang caranya berniat yang baik ketika kawan - kawan akan memulai pelajaran menurut kitab ta'limul muta'allim.buat kawan - kawan yang masih kebingungan dalam menentujan niat. khususnya bagi kawan - kawan yang berstatus sebagai santri. baca dan simak lah postingan di bawah ini dalam keadaan ( hati yang bersemangat mencari ilmu) agar mudah diterima oleh hati anda.
ثم لابد له من النية فى زمان تعلم العلم، إذ النية هى الأصل فى
جميع الأفعال لقوله عليه السلام: إنما الأعمال بالنيات. حديث صحيح.
Wajib
berniat waktu belajar. Sebab niat itu menjadi pokok dari segala hal, sebagaimana
sabda nabi saw : Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu terserah niatnya"
Hadits shahih.
[روى] عن رسول الله صلى الله عليه وسلم: كم من عمل يتصور بصورة عمل
الدنيا، ثم يصير بحسن النية من أعمال الآخرة، وكم من عمل يتصور بصورة عمل الآخرة
ثم يصير من أعمال الدنيا بسوء النية.
Dari
beliau pula diriwayatkan sebuah hadits : ''Banyak amal perbuatan yang berbentuk
amal dunia, lalu menjadi amal akhirat yang karena bururk niatnya maka menjadi
amal dunia."
وينبغى أن ينوى المتعلم بطلب العلم رضاء الله والدار الآخرة،
وإزالة الجهل عن نفسه، وعن سائر الجهال، وإحياء الدين وإبقاء الإسلام، فإن بقاء
الإسلام بالعلم، ولايصح الزهد والتقوى مع الجهل.
وأنشدنا الشيخ الإمام الأجل الأستاذ برهان الدين صاحب الهداية
لبعضهم شعرا:
فـساد كـبير عـالم
مـتهتـك وأكـبر
منه جاهل متنسك
هما فتنة للعالمين
عظيمة لمن
بهما فى دينه يتمسك
Di
waktu belajar hendaklah berniat mencari Ridha Allah swt. Kebahagian akhirat,
memerangi kebodohan sendiri dan segenap kaum bodoh, mengembangkan agama dan
melanggengkan islam sebab kelanggengan islam itu harus diwujudkan dengan ilmu.
Zuhud dan taqwapun tidak sah jika tanpa berdasar ilmu.
Syaikhul
imam Ajall Burhanuddin Shahibul Hidayah menyanyikan syair gubahan sebagian
ulama :
- Hancur lebur, orang alim tak teratur
Lebih lebur, bila si jahil ibadah ngawur
- Keduanya menjadi fitnah,menimpa ganas di dunia
Atas
yang mengikutinya, sebagai dasar peri agama.
وينوى به: الشكر على نعمة العقل، وصحة البدن, ولا ينوى به
إقبال الناس عليه، ولا استجلاب حطام الدنيا، والكرامة عند السلطان وغيره.
Dengan
belajar pula, hendaklah diniati untuk mensyukuri kenikmatan akal dan badan yang
sehat. Belajar jangan diniatkan untuk mencari pengaruh, kenikmatan dunia
ataupun kehormatan di depan sultan dan penguasai-penguasa lain.
وقال محمد بن الحسن رحمة الله عليهما: لو كان الناس كلهم عبيدى
لأعتقتهم وتبرأت عن ولائهم.
Muhammad
Ibnul Hasan berucap: 'andaikan seluruh manusia itu manjadi budak belianku,
niscaya kumerdekakan seluruhnya dan bebaskan dari kekuasaanku."
[وذلك لأن] من وجد لذة العلم والعمل به، قلما يرغب فيما عند
الناس. أنشدنا الشيخ الإمام الأجل الأستاذ قوام الدين حماد بن إبراهيم بن إسماعيل
الصفار الأنصارى إملاء لأبى حنيفة رحمة الله عليه:
من طلب العلم
للمعاد فاز بفضل من الرشاد
فـيالخسـران
طالـبيـه لـنيل فـضل من العباد
Siapa
saja telah merasakan kelezatan rasa ilmu dan amal, maka semakin kecillah
kegemarannya akan harta benda dunia. Syaikhul Imamil Ajall Ustadz Qawamuddin
Hammad bin Ibrahim bin ismail Ash-Shoffar Al-Anshoriy membacakan kami syair
imla' abu hanifah :
- Siapa saja gerangan, menuntut ilmu untuk hari kemudian untuklah dapat keutamaan, anugrah Allah penunjuk jalan
- Aduh, saja merugi, penuntut ilmu nan suci
Hanya buat sesuap nasi, dari hamba ilahi.
اللهم إلا إّذا طلب الجاه للأمر بالمعروف والنهى عن المنكر، وتنفيذ
الحق، وإعزاز الدين لا لنفسه وهواه، فيجوز ذلك بقدر ما يقيم به الأمر بالمعروف
والنهى عن المنكر.
Tetapi
jikalau dalam meraih keagungan itu demi amar ma'ruf nahi munkar, memperjuangkan
kebenaran dan meluhurkan agama bukan untuk keperluan hawa nafsu sendiri
makadiperbolehkan sejauh batas telah dapat menegakkan amar ma'ruf nahi munkar
tersebut.
وينبغى لطالب العلم: أن يتفكر فى ذلك، فإنه يتعلم العلم بجهد
كثير، فلايصرفه إلى الدنيا الحقيرة القليلة الفانية. (قال النبى صلى الله عليه
وسلم: اتقوا الدنيا، فوالذى نفس محمد بيده إنها لأسحر من هاروت وماروت). شعر:
هى الـدنيا أقـل مـن الـقـليل وعاشقها
أذل من الذليل
تصم بسحرها قوما وتعمى فـهم مـتخيرون
بلا دليل
Penuntut
ilmu hendaknya memperhatikan apa yang tersebut diatas. Ia telah mengatasi
kepayahan yang cukup banyak, maka jangan sampai ilmu yang telah ia peroleh itu
digunakan sarana bendahara duniawi yang hina, sedikit nilainya dan segera
hancur ini. Syair menyebutkan :
- Dunia itu sedikit, dan paling sedikit
Pecintanyapun
hina, nan hina dina
- Sihir dunia, membuat tuli dan buta
Kebingungan,
tak tahu ke mana jalan
وينبغى لأهل العلم أن لايذل نفسه بالطمع فى غير المطمع ويحترز
عما فيه مذلة العلم وأهله. ويكون متواضعا، والتواضع بين التكبر والذلة، والعفة
كذلك، ويعرف ذلك فى كتاب الأخلاق
Orang
berilmu itu hendaklah jangan membuat dirinya sendiri menjadi hina lantaran
tamak terhadap sesuatu yang tidak semestinya, jangan sampai terjerumus ke dalam
lembah kehinaan ilmu dan ahli ilmu. Ia supaya berbuat tawadu' (sikap
tengah-tengah antara sombong dan kecil hati), berbuat iffah, yang keterangan
lebih jauhya bisa kita dapati dalam kitab akhlaq.
أنشدنى الشيخ الإمام الأستاذ ركن الدين المعروف بالأديب
المختار شعرا لنفسه:
Syaikhul
imamil ajall ustadz ruknul islam yang terkenal sebagai sasterawan ternama mengemukakan
gubahan syi'irnya:
إن الـتواضـع مـن خـصـال
المـتقى وبه
التقى إلى المـعالى يرتقى
ومن العجائب عجب من هو
جاهل فى
حالة أهو السعيد أم الشقى
أم كـيـف يخــتم عـمـره أو
روحــه يوم
الـنوى مـتسفل أو مرتقى
والـكـــبـريـاء لـربـنـا صــفـة
لــــه مـخـصـوصة
فتجـنبها واتقى
- Tata kerama, benar-benar budi orang taqwa
Ia menanjak tinggi, dengan sikap
- Ajaib, ajaiblah orang tidak tahu dirinya sendiri
Bahagiakah nanti, apa malah celaka diri ?
- Bagaimana waktu meninggalkan dunia, pungkasan umur nyawanya.
Suul khatimah, apa husnul khatimah?
- Keagungan, itu khusus sifat ar-rahman
Singkirlah, waspadalah!
قال أبو حنيفة رحمة الله عليه لأصحابه: عظموا عمائمكم ووسعوا
أكمامكم. وإنما قال ذلك لئلا يستخف بالعلم وأهله
Kepada
sahanat-sahabatnya, abu Hanifah berkata : ''besarkanlah putaran serban kalian,
dan perlebarlah lobang lengan baju kalian". ucapan ini dikemukakan agar
supaya ilmu dan ahli ilmu tidak terpandang remeh.
وينبغى لطالب العلم أن يحصل كتاب الوصية التى كتبها أبو حنيفة
رضى الله عليه ليوسف بن خالد السمتى عند الرجوع إلى أهله، يجده من يطلب العل وقد
كان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين على بن أبو بكر قدس الله روحه العزيز أمرنى
بكتابته عند الرجوع إلى بلدى فكتبته، ولابد للمدرس والمفتى فى معاملات الناس منه، وبالله
التوفيق.
Sebaiknya
pelajar bisa mendapatkan buku wasiat tulisan Abu Hanifah (yang tadinya) untuk
Yusuf Bin Khalid As-Simty waktu pulang kembali ketengah-tengah keluarganya. Dan
buku ini bisa didapatkan oleh yang mau mencarinya. Guru kita sendiri, yaitu
Syaikhul Imam Burhanul Immah Aliy Abu Bakar semoga Allah mensucikan ruhnya yang
mulya itu adalah juga memerintahkan kami waktu mau pulang ke daerah agar
menulis buku tersebut, dan kamipun melakukannya. Sang guru dan mufti (pemberi
fatwa) bidang pergaulan manusia, tidak boleh tidak juga memegangi buku wasiat
tersebut.
nah itulah cara berniat ketika mencari ilmu versi kitab ta'limul muta'alim yang dikarang oleh :
Syekh Az-Zarnuji . semoga bermanfaat bagi kawan - kawan semua
nah itulah cara berniat ketika mencari ilmu versi kitab ta'limul muta'alim yang dikarang oleh :
Syekh Az-Zarnuji . semoga bermanfaat bagi kawan - kawan semua
Thursday, 15 August 2013
beberapa tips belajar pintar,cocok untuk semua pelajar
Belajar mendadak menjelang ujian memang tidak efektif. Paling nggak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Ada sepuluh cara pintar supaya waktu belajar kita menjadi efektif.
1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghafal
Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru.Kita boleh hafal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihafal itu. Jadi sebelum menghafal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.2. Membaca adalah kunci belajar
Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.3. Mencatat pokok-pokok pelajaran
Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.4. Hafalkan kata-kata kunci
Kadang, mau tidak mau kita harus menghafal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hafalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.5. Pilih waktu belajar yang tepat
Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama lo. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.6. Bangun suasana belajar yang nyaman
Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.7. Bentuk Kelompok Belajar
Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak suh banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian materi untuk dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya. Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin bakalan susah untuk mengantuk.8. Latih sendiri kemampuan kita
Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan,jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belumdisertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.10. Sediakan waktu untuk istirahat Belajar
boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru. Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham.sumber-beritaunik.net
Subscribe to:
Comments (Atom)