Sunday, 20 March 2016

pengalaman di pesantren

PENGALAMAN DI PESANTREN

mungkin bagi kawan - kawan yang pernah mondok di pesantren pasti pernah mengalami suatu pengalaman di dalamnya. saat ini saya mau cerita sedikit tentang pengalaman saya ketika berada dipondok pesantren.


Pesantren merupakan tempat santriwan - santriwati dalam menuntut ilmu di dalamnya telah terjadi proses kehidupan yang bermacam-macam . Ada suka dan ada duka, hidup berjama’ah dengan teman-teman. Merasakan indahnya kebersamaan, makan bersama, tidur bareng, sholat berjamaah, belajar bareng dan seabrek kegiatan yang sudah ditetapkan oleh pesantren.
Ketika pagi menjelang jam 03.00 kegiatan  pesantren sudah mulai muncul aktivitasnya, ada yang sholat tahajjud, ada yang sudah mandi ada yang tadarrus , belajar dan berbagai macam aktivitas yang layakynya dilakukan oleh seorang santri.
Memang kehidupan dipesantren dapat membuka wacana seseorang tentang bagaimana seharusnya menjalani kehidupan tanpa keegoisan semata, ketika ada sahabatnya sakit bersama-sama membantu, mencucikan baju, menjaganya sampai merawatnya hingga sembuh. Subhanallah, benar-benar indah bukan??
Ketika shubuh menjelang, bersama-sama kita pergi ke masjid, sholat shubuh berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan tadarrus dan kajian, lantas piket membersihkan pesantren agar nampak indah dan bersih. Selepas itu mandi dan ke kempus. Ketika sore menjelang, kembali kita menyibukkan diri untuk tetap mengingat Allah, sholat magrib, tahsin, kajian dan belajar.
Akan tetapi, terasa lebih indah apabila semua itu dilaksanakan semata-mata untuk mencari ridho Allah. Seberapapun amal kita apabila dilakukan dengan niat “tabarruj” maka tidak ada berkahnya. Bukan pahala yang didapat.

Satu hal yang membuat aku menjadi bertahan dipesantren adalah sikap zuhud dan kekeluargaannya yang bikin aku betah. Sewaktu pertama kali aku tinggal dipesantren benar-benar dech…. Serasa berada di “dunia lain”, aku yang tak biasa makan bersama dalam 1 piring, aku yang tak biasa mencuci baju sendiri, aku yang tak biasa mengepel lantai,nyapu, buang sampah,membersihkan kamar mandi (piket), merasakan ini benar-benar sebuah paksaan. Tetapi setelah 1 tahun aku tinggal dipesantren aku baru bisa merasakan betapa nikmatnya hidup di pesantren. Seakan selalu mengingat akhirat dan berlomba-lomba dalam kebaikan.
Namun, dibalik semua itu tidak semua anak yang dimasukkan oleh orang tuanya ke dalam pesantren adalah anak yang benar-benar baik, ada juga anak yang memang “nakal” dan tujuan orangtuanya memasukkan ke dalam pesantren adalah agar dia dapat terwarnai oleh teman-temannya yang sholeh-sholehah. Bukan malah dia yang terwarnai akan tetapi kadang-kadang kehadiran santri “bengal” ini justru mewarnai teman-temannya agar menjadi “nakal” seperti dirinya.

Dan aku merasakannya di dunia pesantren ini, ada aja ulah santri yang terkadang hampir-hampir saja aku ikut terjerumus. tanpa rasa takut ada aja yang dengan bangga menyanyikan lagu-lagu yang “kurang sopan” seperti dangdutan dan lain-lain. 
 
Adalagi yang selalu saja menyalahkan teman-temannya, menganggap dirinya paling benar. Ada juga yang merasa dirinya paling cantik, paling imut dan paling bersih padahal kalau kita berkunjung kerumahnya aja ups… kotor bin kumuh. Ada lagi yang selalu mencari-cari kesalahan oranglain….. ada yang cuek, ada yang suka membuang sampah sembarangan (bisa-bisanya makan lantas sampahnya diletakkan disamping kasurnya ughhh), yang lebih parah dunia pesantren identik dengan kudis dan “kutu”kalau satu santri udah kena pasti dijamin yang lain akan kena waduh ngeri………. ada -ada saja kejadiannya. yah inilah kehidupan pesantren kita harus bisa membedakan yang baik dan yang benar. Karena semua itu adalah proses kita sebagai manusia dalam hidup. namanya juga kehidupan yaa gitu deh pasti ada sisi positif dan negatif nya.
 
Salam Pesantren

NIAT DI WAKTU BELAJAR ( versi kitab ta'limul muta'allim )

assalamualiakum.wr.wb
pasti di setiap perbuatan awal -awal nya ada yang namanya niat. ketika kita melakukan perbuatan tanpa di landasi dengan niat maka perbuatan tersebut akan sia - sia, mengapa dibilang sia - sia ? karena suatu perbuatan yang kita lakukan pasti di dalamnya ada tujuan dan tujuan tersebut akan di dapat apabila kita awali perbuatan tersebut dengan niat, jika kita melakukan perbuatan tanpa dilandasi dengan niat maka bisa jadi kita melakukan perbuatan tersebut tak ada tujuannya alias sia-sia
niat itu ada dua macam  :
1. niat baik hasilnya = pahala
2. niat buruk hasilnya = dosa

nah pada kali ini saya akan posting tentang caranya berniat yang baik ketika kawan - kawan akan memulai pelajaran menurut kitab ta'limul muta'allim.buat kawan - kawan yang masih kebingungan dalam menentujan niat. khususnya bagi kawan - kawan yang berstatus sebagai santri. baca dan simak lah postingan di bawah ini dalam keadaan ( hati yang bersemangat mencari ilmu) agar mudah diterima oleh hati anda.

    1. Niat Belajar.
    ثم لابد له من النية فى زمان تعلم العلم، إذ النية هى الأصل فى جميع الأفعال لقوله عليه السلام: إنما الأعمال بالنيات. حديث صحيح.
    Wajib berniat waktu belajar. Sebab niat itu menjadi pokok dari segala hal, sebagaimana sabda nabi saw : Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu terserah niatnya" Hadits shahih.
    [روى] عن رسول الله صلى الله عليه وسلم: كم من عمل يتصور بصورة عمل الدنيا، ثم يصير بحسن النية من أعمال الآخرة، وكم من عمل يتصور بصورة عمل الآخرة ثم يصير من أعمال الدنيا بسوء النية.
    Dari beliau pula diriwayatkan sebuah hadits : ''Banyak amal perbuatan yang berbentuk amal dunia, lalu menjadi amal akhirat yang karena bururk niatnya maka menjadi amal dunia."
      2. Niatan Baik dan Buruk.
      وينبغى أن ينوى المتعلم بطلب العلم رضاء الله والدار الآخرة، وإزالة الجهل عن نفسه، وعن سائر الجهال، وإحياء الدين وإبقاء الإسلام، فإن بقاء الإسلام بالعلم، ولايصح الزهد والتقوى مع الجهل.
      وأنشدنا الشيخ الإمام الأجل الأستاذ برهان الدين صاحب الهداية لبعضهم شعرا:
      فـساد كـبير عـالم مـتهتـك            وأكـبر منه جاهل متنسك
      هما فتنة للعالمين عظيمة            لمن بهما فى دينه يتمسك
      Di waktu belajar hendaklah berniat mencari Ridha Allah swt. Kebahagian akhirat, memerangi kebodohan sendiri dan segenap kaum bodoh, mengembangkan agama dan melanggengkan islam sebab kelanggengan islam itu harus diwujudkan dengan ilmu. Zuhud dan taqwapun tidak sah jika tanpa berdasar ilmu.
      Syaikhul imam Ajall Burhanuddin Shahibul Hidayah menyanyikan syair gubahan sebagian ulama :
      • Hancur lebur, orang alim tak teratur
      Lebih lebur, bila si jahil ibadah ngawur
      • Keduanya menjadi fitnah,menimpa ganas di dunia
      Atas yang mengikutinya, sebagai dasar peri agama.
      وينوى به: الشكر على نعمة العقل، وصحة البدن, ولا ينوى به إقبال الناس عليه، ولا استجلاب حطام الدنيا، والكرامة عند السلطان وغيره.
          Dengan belajar pula, hendaklah diniati untuk mensyukuri kenikmatan akal dan badan yang sehat. Belajar jangan diniatkan untuk mencari pengaruh, kenikmatan dunia ataupun kehormatan di depan sultan dan penguasai-penguasa lain.
      وقال محمد بن الحسن رحمة الله عليهما: لو كان الناس كلهم عبيدى لأعتقتهم وتبرأت عن ولائهم.
      Muhammad Ibnul Hasan berucap: 'andaikan seluruh manusia itu manjadi budak belianku, niscaya kumerdekakan seluruhnya dan bebaskan dari kekuasaanku."
      3. Kelezatan dan Hikmah Ilmu.
      [وذلك لأن] من وجد لذة العلم والعمل به، قلما يرغب فيما عند الناس. أنشدنا الشيخ الإمام الأجل الأستاذ قوام الدين حماد بن إبراهيم بن إسماعيل الصفار الأنصارى إملاء لأبى حنيفة رحمة الله عليه:
          من طلب العلم للمعاد        فاز بفضل من الرشاد
          فـيالخسـران طالـبيـه        لـنيل فـضل من العباد
      Siapa saja telah merasakan kelezatan rasa ilmu dan amal, maka semakin kecillah kegemarannya akan harta benda dunia. Syaikhul Imamil Ajall Ustadz Qawamuddin Hammad bin Ibrahim bin ismail Ash-Shoffar Al-Anshoriy membacakan kami syair imla' abu hanifah :
      • Siapa saja gerangan, menuntut ilmu untuk hari kemudian untuklah dapat keutamaan, anugrah Allah penunjuk jalan
      • Aduh, saja merugi, penuntut ilmu nan suci
      Hanya buat sesuap nasi, dari hamba ilahi.
      اللهم إلا إّذا طلب الجاه للأمر بالمعروف والنهى عن المنكر، وتنفيذ الحق، وإعزاز الدين لا لنفسه وهواه، فيجوز ذلك بقدر ما يقيم به الأمر بالمعروف والنهى عن المنكر.
          Tetapi jikalau dalam meraih keagungan itu demi amar ma'ruf nahi munkar, memperjuangkan kebenaran dan meluhurkan agama bukan untuk keperluan hawa nafsu sendiri makadiperbolehkan sejauh batas telah dapat menegakkan amar ma'ruf nahi munkar tersebut.
      وينبغى لطالب العلم: أن يتفكر فى ذلك، فإنه يتعلم العلم بجهد كثير، فلايصرفه إلى الدنيا الحقيرة القليلة الفانية. (قال النبى صلى الله عليه وسلم: اتقوا الدنيا، فوالذى نفس محمد بيده إنها لأسحر من هاروت وماروت). شعر:
          هى الـدنيا أقـل مـن الـقـليل    وعاشقها أذل من الذليل
          تصم بسحرها قوما وتعمى    فـهم مـتخيرون بلا دليل
          Penuntut ilmu hendaknya memperhatikan apa yang tersebut diatas. Ia telah mengatasi kepayahan yang cukup banyak, maka jangan sampai ilmu yang telah ia peroleh itu digunakan sarana bendahara duniawi yang hina, sedikit nilainya dan segera hancur ini. Syair menyebutkan :
      • Dunia itu sedikit, dan paling sedikit
      Pecintanyapun hina, nan hina dina
      • Sihir dunia, membuat tuli dan buta
      Kebingungan, tak tahu ke mana jalan
        4. Pantangan Ahli ilmu.
        وينبغى لأهل العلم أن لايذل نفسه بالطمع فى غير المطمع ويحترز عما فيه مذلة العلم وأهله. ويكون متواضعا، والتواضع بين التكبر والذلة، والعفة كذلك، ويعرف ذلك فى كتاب الأخلاق
        Orang berilmu itu hendaklah jangan membuat dirinya sendiri menjadi hina lantaran tamak terhadap sesuatu yang tidak semestinya, jangan sampai terjerumus ke dalam lembah kehinaan ilmu dan ahli ilmu. Ia supaya berbuat tawadu' (sikap tengah-tengah antara sombong dan kecil hati), berbuat iffah, yang keterangan lebih jauhya bisa kita dapati dalam kitab akhlaq.
        أنشدنى الشيخ الإمام الأستاذ ركن الدين المعروف بالأديب المختار شعرا لنفسه:
        Syaikhul imamil ajall ustadz ruknul islam yang terkenal sebagai sasterawan ternama mengemukakan gubahan syi'irnya:
        إن الـتواضـع مـن خـصـال المـتقى            وبه التقى إلى المـعالى يرتقى
        ومن العجائب عجب من هو جاهل            فى حالة أهو السعيد أم الشقى
        أم كـيـف يخــتم عـمـره أو روحــه            يوم الـنوى مـتسفل أو مرتقى
        والـكـــبـريـاء لـربـنـا صــفـة لــــه            مـخـصـوصة فتجـنبها واتقى
        • Tata kerama, benar-benar budi orang taqwa
        Ia menanjak tinggi, dengan sikap
        • Ajaib, ajaiblah orang tidak tahu dirinya sendiri
        Bahagiakah nanti, apa malah celaka diri ?
        • Bagaimana waktu meninggalkan dunia, pungkasan umur nyawanya.
        Suul khatimah, apa husnul khatimah?
        • Keagungan, itu khusus sifat ar-rahman
        Singkirlah, waspadalah!
        قال أبو حنيفة رحمة الله عليه لأصحابه: عظموا عمائمكم ووسعوا أكمامكم. وإنما قال ذلك لئلا يستخف بالعلم وأهله
        Kepada sahanat-sahabatnya, abu Hanifah berkata : ''besarkanlah putaran serban kalian, dan perlebarlah lobang lengan baju kalian". ucapan ini dikemukakan agar supaya ilmu dan ahli ilmu tidak terpandang remeh.
        5. Saran Khusus Buat pelajar.
        وينبغى لطالب العلم أن يحصل كتاب الوصية التى كتبها أبو حنيفة رضى الله عليه ليوسف بن خالد السمتى عند الرجوع إلى أهله، يجده من يطلب العل وقد كان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين على بن أبو بكر قدس الله روحه العزيز أمرنى بكتابته عند الرجوع إلى بلدى فكتبته، ولابد للمدرس والمفتى فى معاملات الناس منه، وبالله التوفيق.
        Sebaiknya pelajar bisa mendapatkan buku wasiat tulisan Abu Hanifah (yang tadinya) untuk Yusuf Bin Khalid As-Simty waktu pulang kembali ketengah-tengah keluarganya. Dan buku ini bisa didapatkan oleh yang mau mencarinya. Guru kita sendiri, yaitu Syaikhul Imam Burhanul Immah Aliy Abu Bakar semoga Allah mensucikan ruhnya yang mulya itu adalah juga memerintahkan kami waktu mau pulang ke daerah agar menulis buku tersebut, dan kamipun melakukannya. Sang guru dan mufti (pemberi fatwa) bidang pergaulan manusia, tidak boleh tidak juga memegangi buku wasiat tersebut. 

        nah itulah cara berniat ketika mencari ilmu versi kitab ta'limul muta'alim yang dikarang oleh :
        Syekh Az-Zarnuji . semoga bermanfaat bagi kawan - kawan semua